Ada seorang anak bernama putri. Dia duduk dibangku kelas 4 SD. Aku mempunyai keluarga yang sangat sayang kepadaku. Tapi disekolah aku hanya mempunyai satu teman saja yang bernama Nayla. Sejak lahir aku memang sudah mempunyai bentuk rambut yang sangat jelek sekali. Tapi aku selalu bersyukur walaupun rambutku tak sebagus rambut teman-temanku. Teman-teman satu kelasku selalu mengejek rambutku yang jelek, Kecuali Nayla.
Setiap berangkat ke sekolah aku selalu menyisir rambut ku dengan rapi.
“Sudah hampir jam tujuh nak,kamu kok belum berangkat?”tanya ibu.
“Iya bu, sebentar lagi Putri lagi menyisir rambut dulu.”jawab Putri.
“kamu sudah cantik kok nak…”ucap Ibu.
Suatu ketika aku sedang bermain dengan teman-temanku. Lalu, ada temanku yang bilang.
“Put, rambut kamu kalau digoreng enak nggak? masalahnya kan rambut kamu seperti mie goreng?”ledek Ana.
Semua teman-temanku tertawa terbahak-bahak. Aku sangat sedih sekali, tapi aku selalu mencoba sabar walaupun teman-teman selalu mengejekku.
Walaupun teman-teman selalu mengajekku tapi aku tidak pantang menyerah untuk tetap bermain bersama mereka. Aku selalu mendekati mereka dan mengajak bermain bersama tapi mereka selalu cuek kepadaku dan meninggalkanku sendiri bersama Nayla. Suatu malam aku berpikir, “Apa salah kalau aku mempunyai rambut yang seperti ini?”pikirku.
“Mengapa teman-teman nggak mau berteman denganku?”
Pagi-pagi disekolah, teman-teman satu kelasku mengajak bermain ditaman sekolah. Aku sudah senang melihat teman-temanku yang mau bermain denganku meskipun mereka sering mengejek aku. Kami bermain dan bercanda bersama, aku merasa bahagia mempunyai teman seperti mereka. Tapi, tiba-tiba salah satu dari mereka ada yang bilang
“teman-teman bagaimana menurut kalian kalau kita beri julukan kepada Putri?”.
“Julukan apa?” tanya Rita.
“Kita beri julukan Putri berambut kribo, bagaimana teman-teman?”ucap Lia dengan mudahnya bilang seperti itu.
Semua teman-temanku tertawa sampai terpingkal-pingkal. Mereka tak ada yang memperdulikan perasaanku. Saat itu juga aku langsung menuju ke ruang kelas untuk mengambil tas dan pulang ke rumah.
Sampai dirumah aku langsung masuk kamar. Ibuku heran melihat keadaan saat itu.
“Kamu kenapa menangis Put, jam segini kok sudah pulang?”tanya ibu.
Tapi aku hanya diam saja dan masih tetap menangis.
“Apa kamu ada masalah dengan teman kamu?”tanya ibu lagi.
“Bu, kenapa rambut Putri seperti ini nggak seperti teman-teman Putri yang mempunyai rambut bagus?”Tanya Putri.
“Kata siapa rambut kamu nggak bagus, rambut putri bagus kok dan ibu suka dengan rambut Putri yang seperti ini.”jawab ibu tegas.
Aku langsung memeluk ibu sambil berjanji bahwa Putri tidak akan malu mempunyai rambut kribo.
Saat jam istirahat Ana, Lia, dan Rita menghanpiriku dan meminta maaf sudah mengejekku selama ini. Akhirnya kami berteman tanpa saling mengejek satu sama lain. Dan aku tetap percaya diri dengan rambut ku yang kribo.