Hasil penelitian di Malaysia menujukkan bahwa umbi dapat membunuh serta menghambat perkembangan sel kanker, sekaligus menghilangkan efek buruk dari kemoterapi. Sesuai dengan namanya, bentuk keladi tikus memang mirip keladi atau talas, hanya saja daunnnya lebih kecil dan bentuk bunganya mirip tikus. Itulah sebabnya keladi tikus masuk kedalam famili Arracea (tanaman keladi-keladian). Di indonesia tanaman keladi tikus atau Typhonium Flagelliforme (Iodd) BL dikenal dengan sebutan Rodent Tuber dan merupakan tanaman liar, mirip gulma yang banyak ditemui di pinggir sawah (biasanya petani membuang tanaman tersebut). Ada yang menyebutnya dengan bira liar, daun panta susu, kalamoyan, ileus, ki babi, trenggiling mentik, gofu sepa.

Tetapi ukuran keladi tikus yang tumbuh di Jawa Timur maupun di Jawa Barat cukup berbeda. Yang tumbuh di Jawa Timur, umbi yang dihasilkan lebih besar daripada yang di Jawa Barat. Kesamaannya, semua keladi tikus mengandung antineoplastik atau antikanker dan berkhasiat sebagai antivirus. Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman. Menurut Prof. K.L. Chan dari University Sains Malaysia (USM), ekstrak keladi tikus yang tingginya 25-30 cm ini, bila dalam kondisi segar sangat efektif untuk pengobatan “Kanker Prostat”.