Setiap hari Tiara berangkat kuliah tepat waktu, sudah tiga bulan dia menjadi mahasiswa. Awalnya, dia tidak begitu suka kuliah di Universitas tersebut karena bukan pilihan yang dia inginkan. Tetapi, dengan berjalannya waktu dia akhirnya senang juga bisa kuliah di Universitas yang dulunya tidak dia inginkan.

Tiara juga sudah mempunyai banyak teman. Mereka adalah Adelia, Dina dan Retno. Walaupun mereka baru saling mengenal tetapi sudah akrab dan bisa mengerti satu sama lain.

Tiara Eka Vanya Dewi itulah nama panjang Tiara. Dia merupakan gadis yang baik tetapi sedikit manja. Meskipun manja, dia selalu sadar bahwa dirinya anak pertama yang harus memberi contoh yang baik terhadap adiknya.

Suatu hari ada seorang cowok yang pedekate sama Tiara. Tetapi, Tiara cuek saja. Memang dari dulu Tiara orangnya cuek dan sedikit jutek padahal hatinya baik. Cowok tersebut seringkali mendekati Tiara. Bagas Friyunda, itulah nama cowok yang suka sama Tiara. Diam-diam Bagas sering memperhatikan Tiara. Tiara hanya berpikir kalau Bagas hanya sekedar ngefans saja kepada Tiara.

“ Paling tidak lama dia juga bosan dengan sendirinya untuk suka sama aku”. Kata Tiara kepada ketiga sahabatnya.

“Tapi kayaknya dia beneran suka sama kamu deh Ra?”, kata Retno dengan mencerminkan mukanya yang polos dan lugu.

Tetapi setelah sekian lama ternyata Tiara juga mempunyai perasaan yang sama kepada Bagas. Suatu hari, bagas menyatakan cintanya kepada Tiara. Tanpa berpikir panjang Tiara pun menerimanya cintanya Bagas. Akhirnya tepat bulan November mereka resmi berpacaran.

Bagas sayang sekali sama Tiara, sepertinya dia takut banget kehilangan Tiara. Begitu juga dengan Tiara dia senang mempunyai pacar seperti Bagas, karena Bagas orangnya baik dan diapun tidak sombong. Menurut Tiara, Bagas nggak seperti cowok yang lain. Walaupun mereka berdua pacaran, tetapi kelihatannya seperti teman biasa. Mereka biasa saja bercanda dan saling menyindir. Cowok seperti Bagas inilah yang Tiara suka. Bagas selalu bisa membuat Tiara tersenyum, jika Tiara marah pasti dia nggak bisa nahan senyumnya.

Suatu hari, Bagas berkunjung kerumahnya Tiara. Tiba-tiba yang membukakan pintu adalah ibunya Tiara.

“Tiara ada Bu?” Tanya Bagas.

Dengan memandang sinis seakan-akan ibunya Tiara tidak suka dengan kedatangan Bagas.

“Ada!!” Jawabnya ketus

Lalu Tiara keluar dan senang sekali dengan kedatangan Bagas, beda jauh dengan ibunya yang tidak suka dengan adanya kedatangan Bagas. Tapi, tanpa bicara apa-apa Bagas langsung pamit karena dia tidak enak kalau lama-lama bertamu.

“Maaf ya Ra, lebih baik aku pulang sekarang saja karena sepertinya Ibu kamu tidak suka dengan kedatanganku.” Kata Bagas.

Dengan terpaksa Tiara menjawab “Baiklah tak apa, maaf ya”

Bagas dan Tiara sering sekali banyak masalah. Walaupun hanya hal kecil, selalu saja diperpanjang. Hingga suatu hari Tiara bilang putus kepada Bagas. Tetapi, Bagas tidak menanggapi yang Tiara bilang, karena Bagas sayang sekali sama Tiara dia nggak mau kehilangan Tiara.

Tiara juga sebenarnya tidak menginginkan hubunganya dengan Bagas berhenti di tengah jalan. Memang, keluarga Bagas sudah mengenal Tiara, Ayah dan Ibunya juga suka dengan Tiara . Tapi sayang, keluarga Tiara tidak suka kalau Tiara berhubungan dengan Bagas, karena mereka menganggap kalau Bagas orangnya tidak baik.

Hampir dua tahun Tiara dan Bagas menjalin hubungan. Dalam waktu dua tahun itu Tiara seringkali bilang kata putus kepada Bagas, dan Bagas tidak menanggapi kalau Tiara bilang seperti itu. Toh, akhirnya Tiara masih tetap sayang dan mau berhubungan lagi dengan Bagas.

Hingga akhirnya, pada saat hubungan mereka sudah berjalan dua tahun, Tiara lagi-lagi bilang putus kepada Bagas. Tetapi, kali ini Bagas berbeda, Bagas menuruti keinginan Tiara. Tiara pun kaget karena Bagas tidak seperti biasanya yang tidak peduli kalau Tiara minta putus.

“Bagas, maaf ya aku nggak serius bilang seperti itu, aku sayang dan tak ingin putus dari kamu,” kata Tiara.

“Maaf Ra, aku sudah capek karena dari dulu kamu terus saja bilang putus,” jawab Bagas tegas.

Akhirnya tepat bulan Mei mereka putus, dan itu merupakan bulan yang sangat pahit bagi Tiara. Tiara juga sangat menyesal dengan perbuatannya itu yang merugikan dirinya sendiri.

Tiara menjadi tak seceria dulu. Dia masih tetap hanyut dalam kesedihan. Dia menjadi sering melamun dan jarang makan. Tiara masih menyesali perbuatannya yang seringkali meminta putus kepada Bagas.

Andai waktu bisa diulang kembali, Tiara tidak akan berbuat seperi itu. Tapi sayang, semuanya telah terjadi dan penyesalan selalu di belakang. Kalau Tiara diberi kesempatan yang kedua, dia janji tidak akan menyiakan kesempatan itu, dan akan menggunakan kesempatan itu dengan baik.

Teman-temanya Adelia, Dina dan Retno selalu menghibur Tiara. Tapi Tiara masih menyesali hubungannya dengan Bagas yang sudah dua tahun berhenti begitu saja. Tiara semakin sedih lagi ketika tahu kalau Bagas sedah mempunyai pacar lagi.

“Sudah Ra, kamu nggak usah memikirkan Bagas lagi, mungkin dia bukan yang terbaik buat kamu,” kata Dina.

Dua bulan sudah Tiara berpisah dengan Bagas. Tiara juga sudah bisa membuka hatinya untuk orang lain.

Suatu hari, ada seorang cowok namanya Hendra. Dia menyatakan cintanya kepada Tiara. Tiara pun mencoba mencintai Hendra dan berusaha melupakan Bagas walaupun sangat sulit bagi Tiara.

Tapi sayang, Tiara tidak mencintai Hendra. Hanya satu minggu saja mereka berhubungan. Tiara berterus terang kepada Hendra bahwa dirinya masih sayang sama Bagas dan belum bisa mencintai cowok lain. Akhirnya, Hendra pun mengerti dengan keadaan Tiara walaupun dalam hatinya dia sangatlah kecewa.

Tiara masih saja teringat Bagas. Dia sama sekali tidak bisa melupakan Bagas meskipun hanya sekejap. Tiara selalu yakin bahwa Bagas sebenarnya juga masih sayang Tiara. Orang tua Bagas juga masih sering menelpon Tiara, menanyakan kabar Tiara dan bagaimana hubungannya dengan Bagas. Orang tua Bagas sudah sayang sekali dengan Tiara, karena menurut mereka Tiara orangnya baik dan penuh sopan santun.

Akhirnya tidak begitu lama Tiara mendengar bahwa Bagas sudah putus dengan pacarnya, tetapi sikap Bagas sekarang beda, dia lebih cuek dan angkuh terhadap Tiara.

Meskipun seperti itu Tiara tetap sayang dengan Bagas dan tidak bisa melupakan Bagas. Tapi, sekarang dia sudah mulai bisa bangkit dari keterpurukan. Banyak cowok yang mendekati Tiara dan berharap menjadi seseorang yang special di hari Tiara. Namun, Tiara masih tetap ingin sendiri, tetap mencintai Bagas dan Tiara yakin bahwa dirinya dan Bagas pasti akan bisa bersatu kembali.

**************************SELESAI*******************************